Sebanyak 5 Akun Socmed Milik Ahokers yang Sebut Kasus Steven Fiktif Akhirnya Dipolisikan

Ngelmu.id – Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat melaporkan lima akun
media sosial (medsos) ke Polda NTB terkait insiden penghinaan terhadap Gubernur
NTB TGH Muhammad Zainul Majdi yang dilakukan Steven Hardisurya Sulistyo.

Koordinator Tim Gerakan Pribumi Berdaulat Abdul Hadi Muchlis
mengatakan, kelima akun medsos melalui Facebook bernama Niluh Djelantik,
Suparman Bong, Tazran Tarmizi, serta dua akun Twitter yakni Cyril Raoul Hakim,
dan Surya Tjia ke Polda NTB.
 “Akun tersebut mengatakan bahwa Steven maupun
peristiwa penghinaan terhadap Gubernur NTB di Singapura itu fiktif sehingga
menurut kami putuskan melaporkan ke Polda NTB,” kata Muchlis di Mapolda
NTB, Jalan Langko, Mataram, NTB, Selasa (25/4), dikutip Republika.
Muchlis menilai, isu yang diembuskan kelima akun tersebut
secara tidak langsung menuduh Tuan Guru Bajang (TGB) berbohong kepada publik
perihal kejadian yang dialaminya. Padahal, selepas shalat Jumat di Islamic
Center NTB, TGB menyampaikan kebenaran kejadian yang ia alami dan istri saat
tengah mengantre di Bandara Changi Singapura tersebut.
“Usai shalat Jumat beliau katakan di depan jamaah,
memang benar kejadian yang menimpa istri dan saya. Di situ Pak Gubernur
ngomong,” kata Muchlis.
Kemudian, dalam akun tersebut juga menuduh insiden yang
dialami TGB menjurus pada isu politik yang sedang hangat terjadi di Pilkada
DKI. Dia melanjutkan, TGB mengaku tidak ingin dikaitkan dan tidak ada kaitan
antara kasus yang dialami di Singapura dengan kejadian di Pilkada DKI.
“Itu murni kejadian di Changi apa adanya,” ujar Muchlis.
Tim hukum Gerakan Pribumi Berdaulat Lalu Saepudin
mengatakan, apa yang dilakukan kelima akun medsos ini melanggar undang-undang
informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) karena mendistribusikan pencemaran
nama baik bahkan menjurus kepada fitnah. “Kami menduga lima akun telah
manipulasi informasi elektronik seolah punya data yang otentik padahal jelas
itu kebohongan,” kata Saepudin.
Ia menyayangkan sikap kelima akun yang justru membuat
provokasi. Padahal, TGB sudah berupaya keras dalam memaafkan dan mendinginkan
amarah warga NTB agar tak tersulut emosi. “Kami juga akan siapkan buktinya
yang terkandung dalam laporan tersebut,” kata Saepudin.