Sejumput Garam Saja Demi Ratusan Ribu Nyawa

Anda masih ingat dongeng masa kecil tentang Putri Raja yang menggambarkan arti Sang Ayah baginya ibarat garam dalam kehidupan? Meski sempat disalahpahami, Sang Putri memaksudkan bahwa dia tak bisa hidup tanpa Sang Ayah, layaknya dia tak bisa meninggalkan garam dalam setiap masakannya.

Bagaimanapun berdasar penelitian termutakhir, pemaknaan Sang Putri barangkali tak lagi relevan. Pasalnya, garam justru meningkatkan risiko kematian. Riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa dengan mengurangi konsumsi garam, kita dapat menyelamatkan nyawa setengah juta manusia jangka waktu sepuluh tahun.

Disebutkan juga bahwa dengan mengonsumsi garam sekitar 2,2 gram per hari—ini berarti pengurangan 40% dari konsumsi rata-rata garam per orang per hari—akan menyelamatkan nyawa sekitar 850.000 manusia selama satu dekade mendatang.

Perkiraan tersebut muncul dalam jurnal Hipertensi yang diterbitkan Asosiasi Jantung Amerika, didasarkan pada tiga penelitian terpisah yang dilakukan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dengan melibatkan Tim Peneliti dari UC San Francisco, Harvard University dan Simon Fraser University di Canada.  Meski masing-masing Tim melakukan penelitian tersebut secara independen, mereka sampai pada kesimpulan yang sama.

Bahkan disebutkan, jika warga Amerika dapat mengurangi konsumsi garam hingga tingkat 1,5 gram per hari—level yang dianggap ideal—maka dalam satu dekade mendatang sebanyak 1,2 juta kematian bisa dicegah.

Saat ini warga Amerika mengkonsumsi 3,6 gram garam per hari—sebagian besar tersembunyi dalam makanan siap saji seperti sup, sereal, dan roti. Meskipun hubungan antara konsumsi Sodium dan tekanan darah tinggi masih menjadi perdebatan, penelitian menunjukkan bahwa tingginya konsumsi Sodium akan mendorong tekanan darah di atas batas aman. Dan sebaliknya, pengurangan Sodium memastikan pengurangan tekanan darah. Ini sangat penting, karena 45% serangan jantung di Amerika Serikat terhubung dengan kasus-kasus tekanan darah tinggi.

Sayangnya, menurut para peneliti, upaya mengurangi konsumsi garam hingga turun 40% dari level konsumsi sekarang merupakan tugas berat yang pasti memerlukan dukungan banyak pihak. Para ahli industri makanan dan kesehatan masyarakat di AS telah melakukan berbagai pertemuan selama beberapa tahun teraklhir untuk mengurangi kadar garam dalam produk makanan jadi—pengurangan yang mereka perkirakan bahkan tidak dirasakan oleh konsumen.

Meski kecil, pengurangan tersebut—yang setara dengan 1/20 sendok teh setiap tahunnya—dapat menyelamatkan hidup 280.000 hingga 500.000 jiwa per tahun.

Sebermakna apakah hasil tersebut? Jika diet rendah garam dapat mengurangi 500.000 risiko kematian dalam jangka sepuluh tahun, itu sama saja dengan menyembuhkan penderita kanker usus yang setiap tahunnya menelan korban 50.000 jiwa.

Itu juga berarti hampir menyamai tingkat penyelamatan nyawa akibat influenza dan pneumonia yang setiap tahunnya mengklaim 53.000 nyawa (pada 2007). Dan itu bahkan lebih efektif dibanding pengurangan tingkat kematian karena kecelakaan lalu lintas yang setiap tahun menewaskan 34,000 orang.

“Bagaimanapun, hanya manfaat besar dan sungguh-sungguh besar saja yang akan kita dapatkan dari upaya mengurangi tingkat konsumsi Sodium (garam),” demikian Pam Coxson, pakar matematika dari UCSF yang mengepalai penelitian ini. [PN/mizanmag/latimes.com]

secara independen