Selain Cagub Bali, Ahok Disebut Pendukungnya Cocok Jadi Ketua KPK, Menurut Anda?

Ngelmu.id – Daripada didorong maju pada Pilkada di daerah lain, lebih
baik Basuki T. Purnama berkiprah di level nasional setelah tidak lagi menjadi
Gubernur DKI Jakarta. Hal ini mengingat kompetensi dan kapabilitas yang
dimilikinya.

“Saya bersama dia hampir enam bulan. Jadi saya bisa
menilai kompetensi Ahok,” jelas I Gusti Putu Artha, yang pada Pilgub DKI
kemarin menjadi pendamping Ahli Teman Ahok, dikutip dari Rmol.co, Kamis
(27/4/2017).
Dia menilai, Ahok memiliki kompetensi dan kesungguhan dalam
tata kelola pemerintahan yang baik dan mencegah terjadinya kebocoran anggaran.
Karena itu Negara mestinya memanfaatkannya.
Bagi mantan Komisioner KPU ini, setidaknya ada lima jabatan
yang tepat bagi Ahok setelah lengser dari kursi DKI 1. Posisi teratas adalah
Ketua KPK. “Tapi itu tidak mungkin selama Ketua KPK dipilih DPR,”
ucapnya.
Kedua, jabatan Menteri BUMN. Agar Ahok bisa mencegah
perusahaan negara menjadi sapi perah. Ketiga, Menteri Pemberdayaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi. Keempat, Menteri Dalam Negeri.
Kalau menjabat Mendagri, menurutnya, Ahok akan memangkas
anggara daerah yang dihasilkan lewat kongkalikong. “Kelima, menjadi Kepala
Bulog,” tandasnya.
Sejauh ini, dia mengaku belum berbicara dengan Ahok.
Sehingga Putu belum mengetahui apa keputusan yang diambil Ahok. Namun
berdasarkan pengalaman sebelumnya, Putu menambahkan, Ahok selalu menyerahkan
kepada Yang Di Atas.
“Dia selalu mengatakan, ‘saya hanya pion tergantung
Tuhan yang menentukan. Jabatan diberi dan diambil oleh Tuhan’. Jadi dia tidak
kaget sewaktu kalah. Karena sudah siap mental,” tutupnya.