Seri Profil Menteri Baru 2016: Wiranto

Ngelmu.com, Depok – Isu pergantian anggota Kabinet Kerja
pimpinan Presiden Joko Widodo telah digaungkan sejak beberapa waktu lalu. Sempat
tertunda beberapa lama, isu tersebut kini sudah menjadi kenyataan. Presiden
Joko Widodo pada hari Rabu, 27 Juli 2016 telah melantik sejumah menteri baru,termasuk
salah satunya adalah Jenderal TNI (Hor) (Purn.) Dr. H. Wiranto, SH. sebagai Menkopolhukam menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan. Kali ini, Ngelmu.com akan membahas profil
singkat dari pensiunan Jenderal bintang empat ini.

Karir
Militer dan Pendidikan

Almamater Wiranto, Akademi Militer Magelang. | Medium.com
Wiranto lahir pada 4 April 1947 di Kota Yogyakarta, Daerah
Istimewa Yogyakarta. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1968 ini memiliki karir
yang cemerlang dalam dunia kemiliteran, ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI (TNI)
ke-9, menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Feisal Edno Tanjung pada tahun 1998 hingga tahun
1999. Sebelumnya, ia pernah memegang beberapa jabatan bergengsi di dunia
kemiliteran seperti Ajudan untuk Presiden Soeharto pada tahun 1987 hingga tahun
1991, Pangdam Jaya pada tahun 1994, Pangkostrad pada tahun 1996, dan sebagai
Kasad pada tahun 1997. Wiranto juga merupakan salah satu penerima Bintang Mahaputra
Adiprana (Bintang Mahaputra Tingkat II), Bintang Mahaputra adalah Tanda
Kehormatan tertinggi kedua setelah Bintang Republik Indonesia. 
Selain Akmil, Wiranto juga pernah mengemban pendidikan khusus
lainnya di dunia militer. Beberapa diantaranya adalah Sekolah Staf dan Komando
TNI AD (Seskoad) dan Perguruan Tinggi
Ilmu Hukum Militer pada tahun 1996. Selain itu, Wiranto juga meraih gelar Doktor
 bidang Manajemen Sumber Daya Manusia  di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun
2013.
Tidak hanya di dunia militer, karirnya dalam pemerintahan
sipil pun tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, Wiranto pernah menjabat sebagai
Menteri Koordinasi Politik dan Keamanan (Menkopolkam) pada masa kepemimpinan
Presiden Abdurrahman Wahid. Artinya, jabatan yang ia emban sekarang ini
bukanlah hal baru baginya, meskipun akhirnya Wiranto mengundurkan diri dari
jabatan tersebut secara tertulis pada tahun 2000.

Niatan
Menjadi RI-1

Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo saat mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada 2014 | Vivanews.com
Pada tahun 2004, Wiranto maju sebagai calon Presiden RI
dibawah naungan Partai Golongan Karya (Golkar) bersama pasangannya Salahuddin
Wahid. Langkah Wiranto berhenti di putaran pertama Pemilu Presiden 2004 setelah
hanya meraih peringkat ketiga. Wiranto tidak menyerah untuk memberikan
sumbangsih dalam dunia politik, pada tanggal 21 Desember 2006 ia
mendeklarasikan pendirian Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sekaligus tampil
sebagai Ketua Umum Partai Hanura.
Pada tahun 2009, Wiranto meminang Jusuf Kalla sebagai cawapres
pasangannya untuk kembali maju dalam Pilpres, namun lagi-lagi niatnya untuk
menjadi orang nomor satu di Indonesia gagal. Pada tahun 2014 ia berpasangan
dengan Hary Tanoesoedibjo untuk maju dalam Pilpres namun kemudian mengundurkan
diri karena perolehan suara Partai Hanura dalam Pemilu dinilai minim.
Kini, setelah dilantik menjadi Menteri Polhukam baru di Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo, tentunya publik
memiliki harapan yang cukup besar kepada menteri pilihan Presiden Joko Widodo
ini. Akankah pengalamannya yang pernah menjabat sebagai Menkopolkam pada masa Presiden Abdurrahman
Wahid dapat menjadikan kinerjanya lebih baik dari Luhut Binsar Panjaitan yang ia gantikan?
Dikutip dari berbagai sumber.