Status DPO Habib Rizieq Hanya Mempermalukan di Dunia Internasional

Ngelmu.id, JAKARTA – Pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mudzakir menilai, dimasukkannya Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam daftar pencarian orang (DPO) terkesan hanya untuk mempermalukan HRS di dunia internasional.

“Saat ditanya oleh intenasional alasan yang bersangkutan masuk DPO kenapa? Saya rasa ini bukan untuk menghargai orang,” kata Mudzakir dikutip Republika.co.id, Kamis (1/6).

Dia mengatakan, kepergian HRS ke luar Negeri dianggap bukan ingin menghindari dari masalah dan proses hukum yang menjeratnya. Namun, karena HRS merasa ‘dizalimi’, diperlakukan dengan tidak sesuai oleh hukum yang ada di negaranya.

“Menurut saya, yakinkan dulu bahwa yang bersangkutan itu telah masuk tindak pidana yang sempurna. Beri kejelasan pada publik dengan transparan,” kata Mudzakir.

 

Karena yang seharusnya masuk dalam DPO adalah orang yang terjerat kejahatan signifikan, dalam hubungannya dengan usaha secara internasional.

“Kalau kejahatannya enggak terlalu siginifikan lalu menggunakan instrumen internasional untuk mencari seseorang, ya jadi malulah Indonesia,” kata Mudzakir.

Dia mengatakan, seharusnya aparat tidak terburu-buru untuk memasukkan HRS dalam DPO tersebut. Seharusnya ada kejelasan dulu mengenai pelaku tindak kejahatan tersebut layak atau tidak dibuatkan red notice, karena dunia Internasional tidak akan mengerti hukum di Indonesia seperti apa.

“Masa kepentingan kecil pun dibikinin red notice Itu tidak relevan,” kata Mudzakir.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (31/5) siang, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argi Yuwono menyampaikan bahwa penyidik Polda Metro jaya sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk tersangka kasus chat berkonten pornografi Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein.