Steven Penghina Gubernur NTB Harusnya Dijadikan DPO Buron Internasional

Ngelmu.id – Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII)
Yogyakarta Prof Mudzakir mengatakan, kepolisian layak mencantumkan Steven
Hadisurya Sulistyo, pelaku penghinaan pada Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul
Majdi, yang melarikan diri ke luar negeri, ke dalam daftar pencarian orang
(DPO).

Lebih baik jika diberikan red notice atau permintaan penangkapan
terhadap seseorang yang dianggap sebagai buronan pada jaringan internasional.

“Kalau dilihat dari materi kasusnya, saya kira diberi red
notice lebih bagus, karena internasional juga mempunyai perhatian yang sama terhadap
kejahatan tindakan diskriminasi, yang di dalamnya terdapat unsur pelanggaran
HAM,” kata Mudzakir dikutipdari  Republika.co.id, Kamis (27/4).
Mudzakir mengatakan, penghinaan yang dilakukan Steven bukan
saja menghina pribadi perseorangan. Tapi juga menghina bangsa, menghina
kelompok masyarakat secara luas di Indonesia. Sehingga dalam konteks tersebut,
kata dia, penghinaan tersebut dikategorikan pada pelanggaran konsitusi, dan
dalam konteks internasional juga melanggar HAM.
“Ya begitu, seperti halnya pemain sepak bola juga dilakukan
tindakan yang keras kalau melakukan tindakan diskriminatif,” kata Muzakir.
Mudzakir juga menyayangkan tidak adanya tindakan pencegahan
dari awal oleh penyidik. Karena, kata dia, jika sejak awal pelaporan orang
tersebut ada upaya untuk melarikan diri ke luar negeri, sejak saat itu pula
penyidik harus melakukan pencegahan.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dicatat Mapolda NTB,
Steven sudah pergi ke luar negeri menggunakan pesawat dengan tujuan singapura.
Adapun pencegahan yang dilakukan imigrasi pada tanggal 18 April, sudah
terlambat.