Strategi Ahok Singkirkan Pribumi Terbukti, Korban Penggusuran Mau Diusir dari Rusunawa

Ngelmu.id, JAKARTA – Ribuan penghuni rumah susun sewa (Rusunawa), yang termasuk di dalamnya warga relokasi penertiban kawasan kumuh (warga terprogram) terancam diusir karena menunggak biaya sewa.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin tidak terkejut, sebab dari jauh-jauh hari pihaknya sudah menduga warga yang digusur itu sesungguhnya ingin diusir keluar dari Jakarta.

“Dan tempat-tempat itu akhirnya diduga akan dipakai hanya untuk orang-orang yang mampu. Makanya mereka ini sebenarnya diusir dari Jakarta pelan-pelan untuk disingkirkan dengan alasan dipindahkan ke pemukiman yang lebih layak,” kata Novel dikutipĀ Kantor Berita RMOL Jakarta, Sabtu (1/8).

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu mengungkapkan, para warga korban gusuran itu tinggal di pinggiran kali karena mereka tidak mampu membayar sewa. Ketika mereka dipindahkan atau digusur, mereka punya beban bulanan, baik bayar sewa rumah, listrik, air, dan kebutuhan hidup lainnya.

“Sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup itu, mereka harus jauh menggunakan transportasi, dan itu justru memberatkan mereka, akhirnya mereka buntut-buntutnya kita lihat hari ini akan terusir,” bebernya.

Padahal, itu bentuk eksekusi pelan-pelan terhadap orang pribumi yang tidak mampu. Dan hal itu sudah diwanti-wanti sejak jauh-jauh hari bahwa program Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah untuk menggusur pribumi yang tidak mampu, targetnya untuk bisa dikeluarkan dari Jakarta.

“Dan akhirnya orang-orang yang masuk Jakarta ini orang-orang yang mampu, dengan pemukiman yang bagus. Dan orang-orang mampu ini bisa juga dari luar negeri, termasuk dari Cina,” ungkapnya.

“Jadi ini diduga memang sudah grand design. Orang pada dasarnya mereka nggak mampu kok dipaksa untuk bayar sewa. Mereka dengan tetangga-tetangganya mereka saling membutuhkan, kalau di rusun itu kan terbatas. Dan akhirnya apa yang kita khawatirkan terjadi, mereka akan diusir,” tandasnya.