Surat Terakhir Santri Tahfidz Korban Kebakaran untuk Ibunda

Ngelmu.id – Sedikitnya 23 santri dan dua guru tewas dalam kejadian kebakaran di sebuah pesantren tahfidz Qur’an di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (15/9) dini hari. Sehari sebelumnya, salah seorang santri korban tewas mengirim surat untuk ibundanya. Surat tersebut berisikan permintaan maaf. Santri tersebut bernama Amiel Asyraf Abdul Rashid.

Amiel Asyraf Abdul Rashid ditemukan tewas di lantai tiga kamar asramanya yang terbakar. Ia bersama para santri lainnya di pesantren Darul Quran Ittifaqiyah di Jalan Datuk Keramat. Sehari sebelum kejadian tragis tersebut, pada Rabu (14/9), Amiel, santri berusia 11 tahun ini memberikan surat untuk ibundanya yang datang berkunjung untuk menengok buah hatinya tersebut. 

Ibunda Amiel, Norhayati Khalid, 42, menunjukkan isi surat itu kepada wartawan, salah satunya kepada media The Star. Dalam surat itu, calon hafidz cilik meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Berikut adalah isi surat Amiel untuk ibunda tercinta;

“Ayah dan Ibu, maafkan saya jika pernah berbuat salah. Amiel sayang sekali ibu dan ayah. Terima kasih telah merawat saya selama ini,” tulis surat tersebut. Saya tidak tahu bagaimana membalas jasa kalian. Dan cara satu-satunya untuk membalasnya adalah belajar menjadi tahfidz untuk membawa kalian berdua ke surga,” tulis Amiel dalam suratnya.

Norhayati menuturkan bahwa kamar, tempat tidur Amiel terletak di tengah kamar asrama yang merupakan bagian yang paling parah terbakar api. Ketika berbicara kepada wartawan, Norhayati juga tengah menunggu hasil identifikasi para korban. 

Norhayati menceritakan bahwa Amiel sendiri yang memutuskan ingin belajar menjadi penghafal Al-Quran di pesantren di Keramat tersebut. Padahal awalnya, Amiel belajar di sekolah tahfidz di Kelantan, kemudian dia minta dipindah ke Kuala Lumpur.

Seperti diketahui, kebakaran yang terjadi di Datuk Keramat pada Kamis (15/9/2016) dini hari. Kebaran ini menewaskan sedikitnya 23 siswa dan 2 penjaga asrama.

Deputi Direktur Pemadam Kebakaran Kuala Lumpur Abu Obaidat Mohamad Saithalimat mengatakan ternyata rumah tahfiz tersebut tidak memiliki pintu keluar darurat.

Sementara itu, Abu Obaidat mengatakan api diyakini berkobar dari pintu utama sekolah, dan semua korban luka hangus ditemukan di tempat lain di gedung tersebut.

“Semua mayat ditemukan di dekat kiri dan kanan di lantai dua. Tapi tragisnya, semua jendela memiliki teralis. Mereka sulit ke luar,” kata Abu Obaidat.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar mayat ditumpuk di atas satu sama lain. Jumlah korban tewas masih dihitung, yang terang Departemen menduga bahwa hubungan singkat arus listrik yang memicu kebakaran. Semua mayat dikirim ke Rumah Sakit Kuala Lumpur.