Tanah Longsor Terjang Ponorogo, 28 Warga Hilang, 32 Rumah Tertimbun

Ngelmu.id – Bencana tanah longsor
terjadi di Dukuh Tangkil, Desa Banaran Kecamatan Ponorogo. Peristiwa bencana
alam maut tersebut terjadi pada Sabtu (1/4/2017) kemarin dan disebabkan karena
tanah bergerak. Adapun, area warga yang terkena dampak sebanyak 4 Rukun Warga.
Kepala Humas dan
Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho
mengatakan bahwa korban yang tertimbun longsor yang berasal dari warga yang di
dalam rumah dan bekerja memanen jahe saat longsor berlangsung.
“BPBD
Ponorogo bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi.
Terdapat korban yang berhasil lari saat kejadian. Menurut laporan Kepala Desa
Banaran saat kejadian berlangsung cepat, korban di kebun sempat lari namun
terkepung material longsoran kemudian tertimbun longsor,”jelasnya.
Sutopo
mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada tanda-tanda longsor. BPBD telah
memperingatkan warga akan bahaya longsor. Saat malam hari warga mengungsi
sementara. Namun saat warga kembali ke rumah pada pagi hari untuk bekerja,
longsor menerjang saat tidak ada hujan.
Kemensos Salurkan Dana
Tanggap Bencana
Saat ini Pemerintah
melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp 1,34 miliar untuk
menangani bencana tanah longsor di Kabupaten Ponorogo. Data terbaru menyebutkan
bahwa korban terdampak longsor adalah 35 KK dan 128 jiwa. Data
di posko darurat mencatat 28 orang masih tertimbun, sementara tiga orang
selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.
Menteri
Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau dapur umum yang disiapkan Taruna Siaga
Bencana (Tagana) Kemensos yang berjarak dua kilometer dari lokasi longsor di
Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Minggu (2/4/2017).
Bantuan
tanggap darurat yang disalurkan berupa logistik dengan total senilai lebih dari
Rp 831 juta, operasional Tagana selama seminggu Rp 70 juta serta menyiapkan
santunan untuk ahli waris korban meninggal dunia senilai Rp 420 juta dan juga
korban luka-luka maksimal Rp 5 juta.
Kemensos
telah mengerahkan Tagana untuk evakuasi dan membuka dapur umum dengan kekuatan
135 personel terdiri dari Tagana Probolinggo 40 personel, Tagana Trenggalek,
Nganjuk, Pacitan, Magetan, Madiun dan Kota Madiun masing-masing 10 personel dan
anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Ngebel sebanyak 30 personel.
28 Warga Hilang
Sementara, Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho
mengkonfirmasi total korban bencana alam tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa
Banaran, Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sebanyak 35 KK dan 128
jiwa. Data di posko darurat mencatat 28 orang masih tertimbun, sementara
tiga orang selamat serta rumah yang tertimbun sebanyak 32 unit.
“Sebanyak 35 KK yang terdiri dari 128 jiwa terdampak longsor
di Ponorogo, rinciannya 100 orang selamat dan 28 orang hilang. Evakuasi
dilanjutkan,”kata Sutopo pada Minggu (2/4/2017) melalui akun twitternya.
Menurut Sutopo, efek dari bencana tanah longsor
berujung maut itu memiliki panjang lidah longsor sekitar 1 km dari mahkota
longsor. Saat ini, kata Sutopo, bantuan terus berdatangan untuk bantu korban
longsor. Selain itu, kondisi material longsor tebal dan rombakan.
Tim SAR gabungan akan memulai proses pencarian korban
hilang dengan cara menggali material tanah longsor. Proses ini perlu
membutuhkan perjuangan ekstra, mengingat ketebalan material longsor mencapai
lebih dari 10 meter. “Bantuan terus berdatangan untuk penanganan longsor
Ponorogo. Akses jalan sempit dan macet. Evakuasi korban dilanjutkan,”ujarnya
lagi.
Saat ini, sebanyak lima alat berat (excavator)
sudah tiba di lokasi tanah longsor. Petugas gabungan akan melanjutkan proses
evakuasi terhadap 28 warga yang dilaporkan hilang. Kehadiran alat berat
tersebut akan membantu petugas gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD
Kabupaten Ponorogo, Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan elemen masyarakat lainnya,
untuk mengevakuasi warga yang dikabarkan hilang dan diduga tertimbun longsor.
Sementara, terkait korban hilang, posko bersama
tanggap darurat bencana longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung,
Ponorogo telah mengeluarkan data resmi korban-korban yang dinyatakan hilang.
Para korban terdiri dari 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.
Komandan Tim Basarnas, Yoni Fareza, Minggu (2/4/2017)
mengatakan, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang
terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan
selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.
Hingga Minggu siang, sesuai data resmi posko tanggap
darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa. Dari jumlah
tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang.
Berikut data korban hilang yang dikutip Pacitanku.com
dari Madiunraya.com:
  1. Jadi (L) 40
    tahun Warga RT/RW 02/III Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  2. Pujianto (L) 47
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  3. Siyam (P) 40
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  4. Situn (P) 45
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  5. Tolu (L) 47
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  6. Katimun (L) 55
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  7. Muklas (L) 48
    tahun warga Dukuh Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  8. Menik, (L) 45
    tahun warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  9. Arda, (L) 5
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  10. Janti (P) 50
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  11. Fitasari, (P) 28
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  12. Sunadi (L) 47
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  13. Nuryono, (L) 17 tahun
     warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  14. Iwan (L) 30
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  15. Katmi (P) 70
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  16. Suyono (L) 35
    tahun warga RT/RW 03/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  17. Suroso (L) 35 tahun
    warga RT/RW 02/I Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  18. Kateno, (L) 55 tahun
    warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  19. Litkusnin (L) 60
    tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  20. Bibit (P) 55
    tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  21. Poniran (L) 45
    tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  22. Prapti (P) 35
    tahun  warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  23. Misri (P) 27
    tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  24. Anaknya Misri, (P) 3
    tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  25. Cikrak (P) 60
    tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  26. Mujirah (P) 50
    tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  27. Suyati (P) 40
    tahun Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung
  28. Purnomo (L) 26
    tahun warga Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung