Majemuk Indonesia Ternoda Akibat Salah Paham

Ngelmu.com, Depok – Kemajemukan Indonesia ternoda, isu SARA muncul mengudara di Indonesia ditengah-tengah perhatian publik
ke wakil rakyat.
Sinarharapan.net
Hanya karena kesalah pahaman,
toleransi beragama di Sumatera Utara pecah. Seorang warga keturunan Tionghoa
yang merasa terganggu karena suara adzan maghrib yang berada tepat didepan
rumahnya. Sehingga warga Tionghoa ini pun komplain dengan salah seorang  pengurus masjid. 
Perselisihan terjadi beberapa
saat antara seorang warga etnis Tionghoa dengan sejumlag warga sampai akhirnya
kepolisian, dan ormas FPI datang untuk melakukan mediasi. 
Kepala Kepolisian Resor Tanjung
Balai Ayep Wahyu Gunawan mengatakan saat proses mediasi terjadi informasi
provokatif melalui pesan berantai. Pesan yang disebar luaskan melalui media
sosial ini menyiarkan kabar bohong bahwa masjid yang berada depan rumah warga
Tionghoa tersebut dilarang untuk mengumandangkan adzan. Pesan berbau provokasi
ini sangat cepat menyebar dan mengundang emosi umat Islam di Tanjung Balai.
“Awalnya massa hanya mendatangi
rumah warga Tionghoa tersebut, hampir terjadi pengrusakan, lalu berpindah
target, jumlahnya bertambah, karena kabar provokatif tersebut beredar cepat. Kabar
tersiar sangat berbeda alias melenceng dari fakta” ucap ayep saat dihubungi,
Sabtu, 30 Juli 2016. M yang merupakan warga Tionghoa ini pun masih dalam
perlindungan kepolisian guna menghindari kemungkinan diamuk massa.
Peristiwa ini mengakibatkan
kerusakan dan kerugian, tak sekedar tempat ibadah umat Buddha saja yang menjadi
target amukan masa, mobil dan motor masing-masing berjumlah tiga unit, dan 1
becak motor yang berada disekitar lokasi.
Kejadian yang berasal dari salah
paham dan aksi provokatif ini sangat memprihatinkan. Sumatera Utara merupakan
provinsi dengan kemajemukan yang tinggi. Provinsi ini juga bukanlah merupakan
Provinsi islam seperti Aceh. Sumatera Utara terkenal dengan kemajemukan yang
berdampingan. 
 Media sosial sejatinya merupakan alat untuk
berdiskusi dan bersilaturahmi, memang saat ini penyebaran isu-isu yang
mengandung provokasi sangatlah banyak. Bukan sekedar provokasi namun juga untuk
media mencari untung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Provokasi
merupakan tindakan yang merusak moral bangsa dan tentu saja dapat membuat orang
terjerumus ke dalam tindak pidana. Untuk itu sebelum terpancing emosinya, ada
bainya kita mencari kebenaran akan isu yang terjadi.
Seorang pakar budaya mengatakan
aksi provokasi ini sangat beresiko dalam memecah belah kesatuan Indonesia, “Kita
jangan mau diadu domba apalagi kita ini orang muslim, dalam Islampun kita wajib
mencari kebenaran sebuah isu. Tabayyun lah sebelum engkau bertindak, saya orang
Sumatera paham betul sama toleransi beragama seperti apa dan musyawarah itu
perlu agar tidak terjadi salah paham begini” terang Syarifudin dalam
perbincangan melalui telepon.