Terus Gelar Aksi, Massa Pro Ahok Dinilai Rendahkan Martabat Hakim dan Peradilan Indonesia

Ngelmu.id – Komisi Yudisial (KY) meminta massa pro terpidana penista
agama Basuki T Purnama (Ahok) untuk menghormati putusan hakim yang memutuskan
vonis dua tahun penjara.

Juru Bicara KY Farid Wajdi menilai aksi unjuk rasa di depan
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang meminta penangguhan penahanan Ahok justru
merendahkan kehormatan hakim.
“Hentikan semua tindakan-tindakan mengintervensi hakim
maupun pengadilan. Karena itu jelas merendahkan kehormatan serta keluhuran
martabat hakim maupun peradilan Indonesia,” ujar Farid Wajdi, melalui
keterangan tertulis pada Kamis (11/5).
Menurut Farid, ada prosedur hukum yang lebih elegan jika
ingin menjamin agar Ahok ditangguhkan penahanannya dan keberatan terhadap
substansi putusan. “Bisa menggunakan proses formal yang ditentukan
undang-undang. Termasuk jika massa menilai majelis hakim yang memvonis Ahok
melanggar etika. Silahkan lapor ke KY secara resmi,”kata Farid.
Farid pun mengaku bahwa pihaknya juga meminta Polri menindak
tegas jika massa aksi berbuat kericuhan.”Kami minta aparat penegak hukum
menindak tegas pihak-pihak yang melakukan kericuhan merespons proses dan
putusan hakim dan penahanan Basuki,” pungkasnya.