Tiga Urgensi Anies-Sandi Harus Menang di Pilkada DKI

Ngelmu.id –  Ketua Tim Pemenangan Mardani Ali Sera mengingatkan ada tiga
urgensi kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI. Hal itu disampaikan Mardani di hadapan ratusan peserta Apel
Siaga yang berasal dari unsur Korps Satuan Tugas Keadilan (Korsad), Kepanduan,
dan Barisan Putri Keadilan (Santika) dari wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa
Barat (banjabar), Minggu (26/3), di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan.

“Pertama, pilkada DKI ini nilainya strategis. Kedua,
pemimpin adalah pelayan masyarakat. Dan ketiga, pentingnya pengamanan dengan
strategi,” jelas Mardani.
Dalam konteks strategis, Mardani menyatakan bahwa Pilkada
DKI adalah pintu kemenangan untuk Pilpres 2019. Karena aturannya yang berbeda,
hanya Pilkada DKI Jakarta yang belum selesai pelaksanaanya. Oleh karena itu,
pengamanan pilkada wajib dilakukan.
“Dari 101 Pilkada yg ada, cuma satu yang belum selesai
hingga sekarang, yaitu Pilkada Jakarta. Jika daerah lain menganut suara
terbanyak sebagai pemenang. Aturan di DKI berbeda, harus 50%+1,” imbuh
Anggota Komisi II DPR RI ini.
Dari sisi pelayanan masyarakat, Mardani mengingatkan bahwa
pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin itu mempengaruhi
dan di mana saja dapat berpengaruh. Dan momen pilkada ini akhirnya membuka
ruang, di mana paslon nomor tiga sebagai jembatan semua umat, bukan hanya umat
Muslim.
“Karena kita sekarang yang dijadikan sebagai tempat
bersatunya umat. Jika kita belum mampu menguasai dengan kekuasaan, maka kita
menguasai dgn akhlak mulia,” jelas Mardani.
Di poin terakhir, Mardani menambahkan, perlunya strategi
dalam pengamanan Pilkada. Belajar dari pilkada putaran pertama, Mardani
berpendapat bahwa Santika sebagai garda pengamanan wanita yang terdepan.
“Kondisi lapangan di putaran pertama kebanyakan ibu-ibu
berbaju kotak-kotak. Maka pengamanan terhadap ibu-ibu ini lebih efektif
daripada bapak-bapak,” ungkap Mardani.
Namun, untuk penugasan strategi lapangan, Mardani
menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Kepanduan dan Organisasi (BKO) PKS DKI
Jakarta yang lebih mengetahui kondisi lapangan.
Setelah orasi, Mardani mengajak seluruh peserta urun rembug,
menyampaikan permasalahan di lapangan dan mencari solusinya bersama-sama.