Tim Anies-Sandi Laporkan 100 Spanduk Provokasi ke Panwaslu

Spanduk provokasi kampanye hitam kepada pasangan Anes-Sandi

Ngelmu.id – Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur
DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menemukan
spanduk yang berisi fitnah terhadap pasangan nomor pemilihan tiga itu. Spanduk
tersebut ditemukan di beberapa titik di Jakarta.

Tercatat lebih dari 100 spanduk serupa tersebar di seluruh
Jakarta. Tim advokasi Anies-Sandi mengaku akan melaporkan temuan spanduk itu ke
Panwaslu.
Anggota tim advokasi Anies Sandi, Arifin Djauhari,
mengatakan laporan ditujuakan agar pelaku dapat diproses secara hukum. Sebab,
ada lebih dari 100 buah spanduk yang disebar secara masif di seluruh
Jakarta.”Ada lebih dari 100 titik dan keseluruhannya sangat strategis ini
tentu akan menjadi kampanye hitam di masyarakat,” jelas Arifin, Senin
(3/4) kemarin.
Tim advokasi berencana meminta bantuan pihak Polda Metro
Jaya untuk memeriksa CCTV agar dapat diketahui ciri pelaku dari pemasangan
spanduk tersebut. “Kami meminta pihak NTMC Polda Metro Jaya memebeberkan
CCTV di titik strategis tersebut sebab kami yakin dari hasil rekaman akan
tampak siapa pihak yang memasang spanduk ini,” ujar Arifin.
Salah satu spanduk provokasi tersebut ditemukan di sepanjang
jalan TMII menuju Cililitan. Spanduk provokasi berukuran sebesar papan tenis
meja itu bertuliskan ‘Kemenangan adalah kemenangan umat Islam demi mewujudkan
Jakarta bersyariah.
Selain itu, beberapa perda tercantum tepat di atas foto
Anies-Sandi yang sedang melambaikan tangan. Perda tersebut, antara lain perda
polisi syariah, perda hukum cambuk bagi muda-mudi yang berpacaran, dan perda
wajib berbusana Muslim bagi PNS dan pelajar.
Spanduk seakan memberi kesan bila Anies dan Sandi menang
maka hukum syariah akan diberlakukan di Jakarta. Spanduk tersebut bertuliskan
“Program 100 Hari Gubernur DKI Jakarta, Wujudkan Jakarta Bersyariah”
dan “Bersama Umat Tegakan Syariat Islam di Jakarta, Selangkah Lagi Menuju
Kemenangan”.
Spanduk tersebut memuat foto Anies-Sandi dan sejumlah ulama
termasuk pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.