Tokoh Pers Nasional Herawati Diah Tutup Usia

Ngelmu.com, Jakarta – Berita duka
datang dari dunia Pers Indonesia, Inna Lillahi Waiina Ilaihi Roji’un, telah
berpulang ke Rahmatullah, tokoh Pers Indonesia, Herawati Diah. Beliau menutup
mata dalam usia 99 tahun pada Jum’at (30/9) pukul 04.20 WIB, di Rumah Sakit
Medistra, Jakarta.
m.suarakarya.id
Damayanti, keponakan yang
sekaligus merangkap sebagai sekretaris pribadi, Herawati Diah, sejak 1993
silam, mengungkapkan mendiang lahir pada 3 April 1917 itu sudah mendapatkan perawatan
di rumah sakit sejak 29 Agustus lalu.
Jenazah penerima Bintang
Mahaputra itu kini disemayamkan di rumah duka di kawasan Patra Kuningan X.
Rencananya, almahumah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN), Kalibata,
Jakarta Selatan,  pada hari ini, Jumat.
Perempuan dengan nama lengkap
Siti Latifah Herawati Diah adalah seorang wartawan Indonesia, istri dari BM
Diah, tokoh pers yang juga sekaligus mantan Menteri Penerangan.
Sebelum menjadi seorang wartawan,
Herawati mengambil pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba,
Jakarta, kemudian melanjutkan sekolah di American High School di Tokyo, Jepang.
Lalu Herawati berpindah ke
Amerika Serikat untuk belajar ilmu sosiologi di Barnard College yang
berafiliasi dengan Universitas Columbia, New York dan lulus pada 1941.
Di tahun 1942, Herawati kembali
ke Indonesia dan bekerja sebagai wartawan lepas di Kantor Berita United Press
International (UPI). Karirnya berlanjut sebagai penyiar di radio Hosokyoku
hingga akhirnya bertemu dengan BM Diah dan menikah dengan pria yang saat itu
bekerja di Koran Asia Raja.
Pada 1 Oktober 1945, BM Diah
mendirikan Harian Merdeka, dimana Herawati juga terlibat dalam pengembangan
harian tersebut.
Pada 1955, Herawati dan suaminya
mendirikan The Indonesian Observer, koran berbahasa Inggris pertama di
Indonesia. Koran itu diterbitkan dan dibagikan pertama kali dalam Konferensi
Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat, pada 1955.