Tuai Kecaman, Video Kampanye Ahok-Djarot Menghilang

Salah Satu Scene dari Video Ahok-Djarot

Ngelmu.id – Banyak netizen yang
mempertanyakan tentang penghapusan video kampanye Ahok-Djarot yang bertagar dan
tagar #BeragamItuBasukiDjarot yang diungggah akun resmi @basuki_btp tanggal 9
April 2017 yang menuai kritikan dan kecaman tajam sejak kemarin. Beberapa
pertanyaan yang terkait adalah sebagai berikut:

“Baru sadar video itu udah
dihapus dari kanal resmi Ahok. Hmm apa ini video dampaknya negatif?” tulis
David (@davidok7) melalui akun twitternya.
Salah Satu Scene dari Video Ahok-Djarot
Ada juga cuitan dari
@iskandarjet  yang menuliskan ‚ÄúSalut ama
mesin politik Ahok. Bikin video kampanye trus disebar, trus di-pin, trus
dihapus. Kl akhirnya dihapus ngapain dibikin tong? Mikir!”.
Video kampanye Ahok-Djarot
diawali dengan adegan dua orang dalam mobil yang sedang terjebak di dalam
situasi kerusuhan dan terlihat beberapa pemuda memukul-mukul kaca depan mobil.
Dan terlihat ekspresi 2 orang dalam mobil tersebut ketakutan menghadapi situasi
tersebut. Di scene selanjutnya, beberapa orang dengan menggunakan sorban dan
peci berlatarkan tulisan Ganyang Cina berteriak-teriak seolah sedang melakukan
unjuk rasa dan menyampaikan orasi. Terdengar suara Djarot sebagai narator
tunggal.
Salah Satu Scene dari Video Ahok-Djarot

Video yang diunggah pada 9 April
2017 dengan durasi 2 menit ini banyak mendapatkan protes dan kecaman dari
netizen, khususnya umat Islam. Karena dinilai sangat menyudutkan Islam di
Indonesia, mencitrakan hal yang negatif, suka kekerasan, dan seolah-olah umat
Islam di Indonesia intoleran, tidak pro kepada Pancasila dan Kebhinnekaan.
Menurut Anthony Leong, Ketua
Perkumpulan Indo Digital Volunteer. pada siaran persnya, Minggu (9/4), Kampanye
yang digaungkan itu bukan lagi keberagaman, merupakan pelecehan terhadap
masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan, melecehkan akal sehat
sebagai manusia biasa dan melecehkan sistem demokrasi Indonesia.
Salah Satu Scene dari Video Ahok-Djarot

Ketua Komisi MUI Bidang Dakwah,
KH Cholil Nafis menilai konten video tersebut dianggap tidak elegan. Kejadian
di tahun 1998 yang digambarkan dalam video tim Ahok-Djarot tersebut tidak ada
hubungannya dengan masalah etnis dan keberagaman yang dijargonkan paslon
Ahok-Djarot dalam kampanyenya.