Tuan Guru Ahmad Hasyim Muzadi

Ngelmu.id – Almarhum KH DR Ahmad Hasyim Muzadi bagi saya adalah Orang
Tua Arif, Guru Bijak dan Sahabat Setia.

Beliau begitu dekat di hati saya, karena beliau menempatkan
saya di hatinya yang penuh cinta kasih.
Tak akan pernah bisa saya lupakan kelembutan tuturnya dan
kesegaran candanya serta kedalaman perhatiannya.
Jika ada suatu peristiwa terkait saya atau FPI, beliau
selalu menelepon atau memanggil saya untuk tabayyun langsung.
Bahkan terkadang tanpa diduga tiba-tiba beliau sudah berada
di depan pintu rumah saya untuk langsung menyampaikan saran dan usul, serta
kritik dan protes, yang semuanya sarat dengan nasihat penuh hikmah.
Beliau bukan hanya Ulama yang Sholeh, tapi juga Negarawan
Sejati yang sangat setia kepada NKRI.
Beberapa hari menjelang Aksi Bela Islam 212, tanpa saya tahu
beliau mencari dan mengejar saya, karena kami kehilangan kontak sejak saya
setiap pekan mengganti nomor HP.
Akhirnya, Beliau mendapatkan saya dalam suatu acara di
sekitar wilayah Cibubur. Beliau tampak lelah tapi tetap semangat untuk memberi
lima nasihat berikut :
1. Jadikan Aksi 212 sebagai momentum Persatuan Umat Islam
Indonesia untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.
2. Jaga Aksi 212 dari segala infiltrasi politik yang ingin
menungganginya hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok dan golongan
tertentu.
3. Waspadai Kebangkitan PKI dan berbagai aliran Anti Islam
yang ingin menghancurkan Islam di Indonesia, khususnya menghancurkan Aswaja.
4. FPI harus jadi Rumah Bersih Aswaja yang tetap
beraqidahkan Asy’ari dan berfiqih Syafi’i serta bertashawwuf Ghozali dengan
tetap fokus kepada Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
5. FPI ke depan harus lebih santun dan bijak, serta wajib
menghindarkan segala bentuk kekerasan, dan mesti berperan serta dalam membangun
Peradaban Dialog yang bermartabat.
Terima Kasih Tuan Guru …
Anda adalah Guru saya dan Guru Umat serta Guru Bangsa …
Selamat Jalan Pejuang …
Jasamu selalu kukenang …
Semoga kau menang dan senang …
Di sisi Allah Yang Maha Penyayang …
Aamiiiin ….