Tuntutan Ringan untuk Penistaan Agama Bukti Penguasa Berpihak kepada Ahok

Ngelmu.id – Pemerintah secara telanjang mempertontonkan keberpihakannya
kepada terdakwa penistaan agama, Basuki Purnama alias Ahok.

Tuntutan ringan, 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa
percobaan, yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan indikasi bahwa
penguasa sedang melindungi Ahok.
Tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, menilai
tuntutan ringan itu sebagai sandiwara pengadilan yang dipertontonkan terang-terangan.
Padahal, kasus penistaan agama itu memiliki yurisprudensi yang cukup banyak.
Sebut saja sosok Arswendo dan Lia Eden yang dihukum sesuai tindak pidana yang
dilakukannya.
“Kalau dibandingkan dengan Ahok, jelas tampak sekali
(pembelaan penguasanya),” ujar wanita yang akrab disapa Mbak Rachma itu dikutip
dari RMOL.co Selasa (25/4/2017).
‎Dia tegaskan, pembelaan kepada Ahok oleh penguasa sudah
dimulai sejak proses penetapan tersangka yang begitu lama hingga sidang yang
berbelit-belit sampai mengundang emosi rakyat.
“Termasuk sudah makan korban. Termasuk saya yang
disangkakan makar. Padahal ini sebetulnya penggiringan opini, karena kita
bicara keadilan tapi seolah dianggap kita melawan negara,” sambung Pendiri
Yayasan Pendidikan Bung Karno ini.
Pembelaan penguasa kepada Ahok berlanjut dalam persidangan.
‎Penundaan sidang pembacaan tuntutan Ahok yang diminta JPU adalah salah satu
indikasinya.
Penundaan pembacaan tuntutan yang dilakukan jelang
pemungutan suara itu didasari alasan yang tidak masuk akal, yaitu berkas
tuntutan belum selesai diketik.”Kemarin saya kaget, kok yudikatif bisa
diintervensi gitu ya. Itu sangat menyakiti perasaan orang yang cari
keadilan,” katanya lagi.
Kini, sandiwara pengadilan kembali dipertontonkan. Tuntutan
atas Ahok tidak sesuai rasa keadilan rakyat.”Cara-cara begitu semakin
menampakkan bahwa ada hidden agenda (penguasa) yang sebetulnya tidak sejalan
dengan kehendak rakyat,” pungkasnya.‎