Turut Release Buku Tuntut Korupsi Ahok, Amien Rais Siap Hadapi Tuduhan Kasus Uang Panas Alkes

Ngelmu.id, JAKARTA – Usai menjadi pembicara dalam release buku yang berjudul ‘usut korupsi Ahok’, kini pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais disebut-sebut telah menerima uang panas pengadaan alat kesehatan (alkes) dari mantan Menteri Kesehatan periode 2009-2014, Siti Fadhilah Supari.

Jaksa Penuntut Umum KPK, Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan untuk mantan menteri Siti Fadilah Supari itu, juga menyinggung nama-nama yang diduga menerima aliran dana korupsi tersebut.

“Aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti maupun yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri,” ujar Iskandar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu malam (31/5).

Dalam kasus korupsi tersebut, Amien Rais diduga mendapatkan aliran dana sebesar Rp600 juta dan ditransfer sebanyak enam kali. Transferan tersebut, pertama kali pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan Nopember 2007 yang masing-masing Rp100 juta.

Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut berjanji akan menjelaskan pencatutan namanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan yang melibatkan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

“Apa pun ini saya terima dengan senang hati. Supaya tidak terpecah-pecah saya besok Jumat (2/6) pukul 10.00 WIB akan menggelar konferensi pers di rumah saya di Gandaria, Jakarta Selatan,” kata Amien di kediamannya di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (1/6).

Amien mengatakan telah mengetahui terkait penyebutan namanya sebagai salah satu pihak penerima aliran dana dari kasus dugaan korupsi alat kesehatan itu dari media sosial. “Di media sosial itu, informasinya KPK membuka kembali katanya saya dapat aliran dana dari 2003 sampai 2007,” kata dia.

Mengenai tuduhan itu, Amien mengatakan akan mengundang insan pers baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. “Media cetak, televisi dan dari luar negeri akan saya undang semuanya, akan saya terangkan duduk perkaranya,” kata Amien.

Amien juga mengatakan akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjelaskan perihal kasus korupsi lain yang melibatkan dua tokoh besar yang selama ini mengendap.

“Pada Senin (5/6) saya ingin bertemu ketua KPK kalau bisa lengkap lebih bagus, setelah itu saya minta waktu untuk membuat laporan dugaan dua tokoh dalam kasus korupsi di negeri ini,” pungkasnya.