United Kalah. Salah Siapa? Jose Mourinho atau Mark Clattenburg?

medan.tribunnews.com

Ngelmu.com, Depok – Kekalahan Manchester United di derby Manchester salah siapa? United harus menelan malu, ketika mereka harus bertekuk lutu di hadapan publik Old Trafford oleh rival sekota, Manchester City, Sabtu (10/9). Laga kedua klub Manchester itu memang berjalan sengit.

Ditambah genderang perang Manchester biru dan merah musim ini terbilang semakin menarik dengan kehadiran sosok Pep Guardiola dan Jose Mourinho di kedua klub, selain deretan pemain bintang.  Kekecewaan jelas terjadi pada kubu tuan rumah, terlebih untuk para pendukung Setan Merah baik yang memadati Old Traffor dan pendukung United di seluruh dunia yang menyaksikan di layar kaca televisi.

Keputusan Kontroversial Mark Clattenburg

Banyak khalayak yang menyebut kekalahan Manchester United (MU) dari rival sekotanya itu akibat keputusan kontroversial wasit, Mark Clattenburg. Clattenburg yang dipercaya memimpin laga akbar itu memang banyak menuai kontroversi dalam laga itu. Keputusannya untuk tidak memberikan hadiah penalti untuk The Reds Devils saat Wayne Rooney dilanggar keras oleh Caludio Bravo, dianggap menjadi salah satu kesalahan fatal Clattenburg.

Wasit 41 tahun itu memang terkenal dengan wasit kontroversial kelas wahid. Hal itu memang bukan tanpa alasan jika ia dijuluki wasit kontroversial. Keputusan-keputusannya kerap merugikan klub yang laganya dipimpin oleh pria kelahiran Consett, County Durham itu. Korban terbaru dari kesembronoan Clattenburg adalah, Manchester United. Tetapi anehnya meski kontroversial, Clattenburg selalu dipercaya menangani sejumlah pertandingan-pertandingan besar yang tentunya akan sangat besar atmosfernya.

Sebelum memimpin laga derby Manchester jilid pertama musim 2016/17 ini, pada gelaran Piala Eropa 2016 lalu ia juga dipercaya memimpin laga final Perancis kontra Portugal. Meski saat itu Portugal keluar menjadi juara, Seleccao Das Quinnas juga dirugikan oleh keputusan kontroversial Clattenburg yang tidak memberikan hukuman apa-apa ketika Dimitri Payet mengganjar keras Cristiano Ronaldo, hingga akhirnya CR7 tidak dapat melanjutkan pertandingan final.

Kembali laga ke laga derby Manchester, keputusan Clattenburg tidak memberikan penalti untuk United, pun tidak terlepas dari komentar-komentar sejumlah tokoh sepakbola dan mantan wasit yang mengerti soal keputusan Clattenburg.

Legenda hidup Arsenl, Thierry Henry menilai wasit tidak menerapkan aturan yang memang seharusnya sudah menjadi tugas wasit untuk melindungi keselamatan pemain dari cedera. “Wasit selalu mengingatkan para pemain untuk tidak mengarahkan pul sepatu ke arah lwan dalam situasi apapun. Saya kira itu berbuah kartu merah untuknya (Claudio Bravo) dan penalti untuk Manchester United.”

Tak ketinggalan mantan wasit Liga Premier dan legenda Liverpool, Graeme Sounnes juga memberikan komentarnya, Mark Hisley menilai Bravo pantas mendapatkan kartu merah dan United wajib dapatkan penalti. Sedangkan Sounnes menilai perbuatan Bravo itu berpotensi mematahkan kaki Rooney.

superball.tribunnews.com

Strategi Mou Kalah dengan Pep

Akan tetapi kekalahan United bukanlah semata-mata hanya kontroversinya keputusan yang diambil oleh Mark Clattenburg. Strategi Mou berpengaruh mengenai kekalahan yang dialami United di kandang sendiri oleh rival abadinya itu.

Mourinho yang merubah starting IX saat menjamu City berdampak sangat fatal. Tidak dipasangnya sejumlah pemain yang sejatinya selama ini menjadi andalan Mou jadi pilihan utama, malah hanya pemain pengganti bahkan tidak dimainkan. Salah satunya adalah, Juan Mata yang selama ini berpengaruh menjadi pengacak serangan lawan, sama sekali tidak diturunkan oleh Mou.

Mou malah memilih Henrikh Mikhitaryan yang sejatinya belum fit betul usai membela Armenia di jeda Internasional. Miki juga mengalami cedera saat memperkuat Armenia, hasilnya mantan punggawa Borussia Dortmund itu tampil buruk saat menjalani derby Manchester pertamanya itu.

Selanjutnya ada Jesse Lingard, Lingard yang ditarik keluar tidak lama saat Miki ditarik keluar juga bermain tidak kalah buruknya dengan Mikhitaryan. Lingard tak sekalipun membuat drible sukses di 45 menit pertama. Hal itu bersebrangan dengan Marcus Rashford dengan mencatatkan 1 drible sukses meski baru bermain beberapa menit usai menggantikan Lingard.

Selanjutnya Erick Bailly dan Daley Blind, keduanya sangat berpengaruh terciptanya gol pertama yang dilesahkan Kevin De Bruyne di menit ke-13. Bermula dari umpan panjang Alexandre Kolarov yang sempat disundul oleh Iheancho. Hal itu tidak terlepas dari kesalahan keduanya dalam mengantisipasi gol tersebut. Bailly yang hanya terpana ketika Iheancho menyundul bola kearah De Buyne dan Blind juga melakukan hal yang sama saat bola sundulan Iheancho diterima oleh De Bruyne.

Penampilan buruk keduanya kontra City bersebrangan dengan penampilan mereka di tiga lawa awal. Bailly yang berhasil menyabet tiga kali sebagai Man Of The Match dipertandingan sebelumnya, seakan tidak berdaya menghadapi gempuran serangan-serangan Manchester City. Seharusnya ketidakhadiran Sergio Aguero menjadi keuntungan untuk Bailly dan Blind, yang ‘seharusnya’ tidak perlu kerepotan. Namun kenyataan berbeda, Iheancho pun yang didapuk sebagai pengganti Aguero berhasil menjadi momok pertahan United bersama De Bruyne.

Praktis hanya Ibrahimovic yang dapat meneruskan trend posistifnya selama ini, dengan mencetak gol ke empatnya di ajang Liga Premier, sekaligus menjadikannya topskor sementara bersama Diego Costa, Chelsea dan Michail Antonio dari West Ham. Ibra pun juga berhasil mencetak gol perdana di tujuh derby yang pernah ia lakoni sepanjang karirnya.

Laga itu memang Manchester City mendominasi, hingga laga berakhir anak-anak asuhan Pep Guardiola unggul 20 persen penguasaan bola dari kub Jose Mourinho. Tuan rumah hanya mampu menguasai possesion 40 persen, sedangkan City berhasil mendominasi dengan 60 persen penguasaan bola. Berikut adalah data statistik derby Manchester menurut BBC Sport.

Data Statistik Manchester United VS Manchester City
    Possession
Home40% Away60%

       Shots
Home14 Away18

                Shots on Target
Home3 Away6

    Corners
Home4 Away4

       Fouls
Home15 Away10

Sumber: BBC Sport

Memang tidak bisa dipungkiri keahlian Pep dalam meracik strategi lebih unggul ketimbang Mourinho pada pertandingan itu. Namun biar masyarakat yang menanggapi hal tersebut, faktor Clattenburg kah atau Strategi Mou yang kalah baik dengan Pep?