Ustadz Arifin Ilham: Aksi Damai 55 Ketuk Hati Penegak Hukum

Ngelmu.id – Ustadz Arifin Ilham mengatakan aksi 55 merupakan aksi
simpatik damai untuk mengetuk hati para penegak hukum agar menegakkan hukum
seadil-adilnya sehingga tidak menjadi preseden buruk dikemudian hari.

“Inshaa Allah aksi ini (55) simpatik damai berangkat
dari masjid dimulai shalat jumat, zikir dan doa bersama,” kata Arifin usai
memimpin Istighosah di Korem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Arifin menyebutkan, zikir dan doa bersama untuk mengetuk
hati para penegak hukum agar menegakkan hukum sejujur-jujurnya sesuai dengan
hati nurani.”Itu yang diharapkan penduduk negeri Indonesia yang tercinta
ini, supaya tidak menjadi preseden buruk bagi pengakan hukum berikutnya,”
katanya.
Saat ditanyakan apakah tuntutan terhadap kasus penistaan
agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok
sudah memenuhi ekspektasi umat. Arifin menjawab masih jauh dari harapan umat.”Masih
jauh dari ekspektasi umat. Harapannya, sejauh, sesuai dengan jalur hukum yang
pernah terjadi pada penista agama yang pernah ada di negeri ini,” kata
Arifin.
Arifin menegaskan, jika hukum ditegakkan maka aman dan damai
negeri Indonesia.”Jangan mengorbankan hukum yang mengakibatkan tidak terciptanya
suasana stabil di negeri ini yang kita cintai,” kata Arifin.
Arifin juga mengimbau kepada peserta aksi untuk mengikuti
adab aksi damai, dimulai dengan berwudhu, zikir, santun, menghormati aparat,
dan jangan membuang sampah sembarangan.”Tidak boleh ada anarkis, tidak ada
kata yang kasar, yel-yel santun dan menyayangi semua,” kata Arifin.
Arifin menambahkan, melalui aksi damai tersebut kekuatan doa
dan zikir umat dapat mengetuk hati para penegak hukum di Indonesia.”Inshaa
Allah, dengan doa, aksi damai bisa mengetuk hati hakim dan jaksa,” kata
Arifin.
Dalam ceramah agamanya, Arifin juga sempat mendoakan agar
Allah memberikan hidayah kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok, agar dibukankan
hatinya untuk menerima kebaikan. Arifin juga mendoakan Gubernur DKI Jakarta
terpilih menjadi amanah, dinaungi keberkahan agar dapat memimpin secara arif,
bijak dan membawa kemaslahatan bagi semua.