VAKSIN PALSU, SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

    source : detotabuan.com
 Masyarakat Indonesia sekali lagi dihebohkan dengan
terbongkar-nya Vaksin Palsu, setelah beredar di masyarakat selama beberapa
tahun. Hal ini menjadi sangat mengkhawatirkan karena menyangkut kesehatan
bayi-bayi yang masih rentan terhadap penyakit/kuman.

Harapan orang tua dengan
memberikan suntik Vaksin kepada anak balitanya untuk mendapatkan kekebalan
tubuh terhadap penyakit, justru yang didapatkan adalah kekhawatiran dan resiko
timbulnya penyakit dari zat cair (belum diketahui kandungannya) yang disuntikkan
ke dalam tubuh anak balitanya.

Lantas siapakah yang harus bertanggungjawab atas beredarnya
vaksin palsu di masyarakat selama ini? Quo Vadis Negeri ini, sebagaimana
peristiwa-peristiwa lainnya di negeri ini yang merugikan masyarakat, Para Pihak
yang berwenang dan mempunyai otoritas di Negeri ini, saling lempar tanggung
jawab. 
Baik dari Kementrian Kesehatan, Badan POM, Rumah Sakit, Produsen Vaksin
bahkan Dokter sekalipun, semua mengaku sebagai korban. Masyarakat sebagai pihak
yang terdampak langsung dari beredarnya Vaksin Palsu menjadi semakin bingung,
untuk meminta pertanggungjawaban atas efek negatif Vaksin Palsu terhadap
kesehatan Balitanya.
Bahkan peristiwa gonjang-ganjing vaksin palsu dan segala
bentuk ekses negatifnya menyebabkan sebagian masyarakat mengambil jalan pintas
melakukan tindakan main hakim sendiri mengintimidasi dan melakukan kekeran
fisik terhadap Pihak Rumah Sakit ataupun Dokter yang selama ini berinteraksi
dengan mereka. 
Menghukum dokter spesialis anak yang sebenarnya adalah juga
korban dari kelangkaan Vaksin di Indonesia, bahkan dgn cara yg tidak
menghormati profesi seorang dokter dengan menistakan dan memperlakukannya
seperti seorang maling ayam, sebagaimana disampaikan oleh seorang dokter
spesialis anak.

Berikut coretan seorang dokter spesialis anak dalam halaman
Facebook-nya :

Kelangkaan vaksin bukan tanggung jawab kami sebenarnya, itu
adalah tanggung jawab otoritas pemerintah yangg sudah mengambil sebagian pajak
kami, pajak dokter-dokter, bahkan masyarakat Indonesia, tapi tdk pernah
sepenuhnya dikembalikan sebagian pungutan pajak tersebut kepada masyarakat
dalam bentuk pengadaan vaksin yang lengkap, yg berkesinambungan untuk bayi dan
anak-anak kita semua…
Para ahli dan senior-senior kami yang mumpuni di bidang
imunisasi telah menjalankan tugas mereka untuk merekomendasikan vaksinasi yang
sebaiknya (harus) diberikan kepada bayi dan anak Indonesia…sama dengan
teman-teman mereka, bayi-bayi dan anak-anak di Singapura, Malaysia, Thailand
dan belahan bumi lainnya bahkan di Afrika…

Kalau mereka mendapatkan jenis imunisasi yang sama, lalu
mengapa anak-anak Indonesia tidak??

Sebagian besar kami justru merasakan betapa kekecewaan orang
tua yang sudah jauh-jauh datang ke Rumah Sakit, Klinik Dan tempat praktek kami
hanya untuk kemudian merasa kecewa dan pulang kembali karena vaksinnya masih
Kosong…Dan itu sudah berlangsung bahkan lebih dari 3 tahun yang lalu…
Sebagian dari kami hanya berusaha agar keberlangsungan
jadual imunisasi bayi dan anak-anak, pasien-pasien kami tetap lengkap…
Mana pernah kami punya niatan mencelakai bayi-bayi dan
anak-anak itu dengan memberikan vaksin palsu…
Mungkin sudah saatnya masalah vaksinasi diserahkan kembali
saja ke pemerintah… biarkan kami spesialis anak hanya membackup kalau
ternyata dibutuhkan saja… biarlah kami yang mengurusi bayi dan anak-anak
Indonesia yang sedang sakit saja atau perlu konsultasi saja….
Atau merawat kalau misalnya (naudzubillahi min dzalik) ada
bayi atau anak yangg menderita sakit akibat tidak di-imunisasi…
Biarkan pemerintah dan DPR yang mengurusi cakupan imunisasi,
ketersediaan vaksin, mengawasi dan mengontrol ketersediaan vaksin asli bukan
palsu….Mungkin begitu saja ya?
Kalau pada akhirnya penanganan kasus vaksin palsu hanya
seperti ini, kriminalisasi, tidak ada rasa penghargaan dan penanganan yang tidak
komprehensif dan berkeadilan….rasa praduga tak bersalah….
Tidak ada hal lain yang kami, dokter spesialis anak-IDAI
inginkan, kecuali hanya ingin melihat, membantu dan memfasilitasi bayi-bayi dan
anak-anak Indonesia untuk dapat tumbuh kembang secara optimal, bebas dari
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan mengharumkan nama bangsa ini
di mata dunia…..
Cuma itu…..

Dr Rifan Fauzie SpA(K)

Lantas kepada siapakah masyarakat yang terdampak langsung
meminta pertanggungjawaban? Dimanakah fungsi pemerintah sebagai pengelola
negara ini sekaligus sebagai pelindung masyarakat?