Vonis 2 Tahun Penjara Bagi Ahok Refleksi Keadilan Masyarakat

Ngelmu.id – Vonis yang dilayangkan Pengadilan Negeri Jakarta Utara
kepada Gubernur DKI Jakarta, dinilai sudah tepat. Menurut Wakil Ketua Fraksi
PKS DPR RI, Aboe Bakar Alhabsy, hukuman dua tahun penjara sudah menjadi
refleksi keadilan masyarakat.

Aboe melihat dua hal utama yang diputuskan oleh majelis
hakim, pertama majelis menyatakan bahwa pidana penistaan oleh Ahok telah
terbukti. Oleh karenanya, hakim menjatuhkan vonis pidana selama dua tahun.
Kedua, hakim memerintahkan dilakukan penahanan terhadap Ahok.
“Makanya, saya mengajak semua pihak untuk menghormati
putusan tersebut, dan mempersilahkan pihak Ahok untuk menggunakan hak
hukumnya,” kata Aboe melalui siaran elektronik, Selasa (9/5).
Namun, anggota Komisi III DPR RI ini melihat bahwa
sepertinya putusan majelis sudah cukup mendengar aspirasi yang disampaikan oleh
masyarakat. Setidaknya pemutusan pidana dan perintah penahanan merupakan
refleksi keadilan masyarakat yang dibaca oleh majelis hakim.
“Kita berharap vonis ini menjadi pelajaran untuk semua
pihak, agar bisa menjaga sikap dan tidak mudah melakukan penistaan atas sebuah
agama. Di sisi lain, vonis ini membawa harapan menguatnya kepercayaan publik
kepada lembaga peradilan kita yang bebas intervensi,” ucap Aboe.
Setelah perkara ini selesai, Aboe berharap tidak ada lagi
ada kegaduhan yang terjadi di masyarakat. Selain itu, perkara-perkara yang
timbul sebagai ekses dari perkara Ahok ini juga dapat diselesaikan dengan baik.
Sementara, Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini meminta
semua pihak menghormati putusan hakim yang memvonis dua tahun kepada Ahok.
Sebab, vonis tersebut tentu memiliki pertimbangan hukum atas dasar keyakinan
pada fakta-fakta hukum.”Kita hormati putusan dua tahun penjara,
mudah-mudahan ini keputusan yang adil. Kita juga hormati upaya hukum lanjutan
yang dilakukan Ahok melalui proses banding,” kata Jazuli.
Jazuli meminta agar semua pihak terutama seorang pejabat
publik, berhati-hati dalam mengungkapkan pernyataan terkait keyakinan agama
apapun yang diakui di Indonesia ini. Menurut dia, kasus Ahok itu merupakan
pelajaran bagi kita semua untuk hati-hati jangan menyinggung keyakinan atau
agama orang lain.”Jangan lagi ada sikap-sikap agresif yang menyinggung
umat beragama,” ujarnya. 
Anggota Komisi I itu berharap setelah keputusan
hakim tersebut, pihak-pihak yang pro dan kontra, untuk menghentikan polemik
apalagi provokasi agar kondisi bangsa kembali kondusif.
Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara
menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun terhadap Ahok dalam pembacaan
putusan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5).