Wakil Rakyat yang Tak Pantas Ditiru!

Ngelmu.com, Cirebon – Seorang wakil rakyat seyogyanya
memberikan contoh yang positif bagi rakyat yang ia wakilkan. Menghindari perbuatan
yang merugikannya di masa yang akan datang seperti berjudi atau seks bebas. 
Namun apa yag terjadi dengan wakil rakyat negeri ini
sekarang? Kamis (21/7) lalu sebanyak enam anggota DPRD Kabupaten Cirebon
digerebek polisi saat berada di sebuah kamar hotel di Kota Bandung. Empat dari
wakil rakyat tersebut didapati sedang asyik bermain judi kartu. Mirisnya,
kedatangan para anggota DPRD tersebut ke Kota Bandung adalah untuk menghadiri
rapat tentang kapasitas kepemimpinan anggota DPRD.
Para anggota DPRD Kabupaten Cirebon tak bdapat berkutik lagi
saat tim reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyergap. Wakil rakyat berinisial HS, AS, A dan HT akhirnya
ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tak mengelak saat polisi mengamankan
sejumlah barang bukti, berupa kartu remi dan uang tunai sebanyak Rp 5 juta.
Empat anggota DPRD Kabupaten
Cirebon tak berkutik, begitu Tim Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyergap.
Wakil rakyat berinisial HS, AS, A dan HT akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
Merdeka.com melaporkan bahwa salah satu tersangka merupakan
politikus Partai Hanura. Hal ini berdasarkan pengakuan Ketua DPD Partai Hanura
Jawa Barat, Fitrun Fitriansyah.

“Betul itu kader kami. Kami saat ini tengah menunggu laporan resmi dari
Polda, dan akan kami konfirmasi ke pihak DPC serta Ketua Fraksi di Kabupaten
Cirebon,” terang Fitrun kemarin.

Pihaknya mengaku akan mengkonfirmasi DPC Hanura Kabupaten Cirebon terkait
penangkapan itu. Laporan dari DPC akan menjadi pertimbangan pada pengurus
pusat.

“Bahan investigasi ini sebagai laporan ke DPP, untuk bahan pertimbangan
kepada kader yang bermasalah,” ujarnya.

Dia meminta maaf atas ulah kadernya yang mencoreng para legislatif khususnya
partai Hanura. “Dari sisi kepartaian, kami menyesalkan betul, saya
pimpinan partai mohon maaf. Di internal kami akan melakukan tindakan tegas.
Kami tidak akan mentolerir,” tegasnya.

Dia juga masih akan melihat proses hukum yang tengah bergulir di Polda Jabar.
“Kami memahami proses hukum yang dilajukan Polda Jabar, kita melihat soal
ini secara obyektif,” tuturnya.

Keempat tersangka disangkakan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian. Adapun
ancaman hukumannya maksimal 10 tahun bui.