Wow, Pengertian Sekali! Kapolri Mengaku Paham Alasan Pelaku Penyerangan Kantor Kemendagri

Ngelmu.id – Massa yang mengaku sebagai pendukung salah satu calon bupati Kabupaten Tolikara, Papua, Rabu (11/10/2017), berbuat onar dan keributan di kantor Kementerian Dalam Negeri. Massa ini merusak sejumlah fasilitas di kantor tersebut.

Pada mulanya, massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kemendagri sejak Rabu pagi. Mereka menuntut Mendagri mengesahkan John Tabo-Barnabas Weya. Saat melakukan aksi tersebut, massa menuntut untuk dapat langsung dipertemukan dengan Mendagri Tjahjo Kumolo. Sedangkan, saat itu Tjahjo tidak berada di kantor.

Kesal karena tidak dipertemukan dengan Tjahjo yang memang sedang tidak berada di tempat, massa lalu masuk ke dalam area Kantor Kemendagri. Mereka membawa batu dan melemparkannya secara asal-asalan. Tiga orang pegawai Kemendagri mengalami luka-luka akibat perbuatan onar massa itu. Pegawai Kemendagri yang terluka tersebut dibawa ke rumah sakit.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun mengaku memahami alasan pelaku penyerangan kantor Kemendagri tersebut. Kapolri mengatakan dia telah menginstruksikan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis untuk mengusut tuntas kasus ini. Tito menyatakan bahwa sudah ada 15 orang yang ditangkap.

“Kalau ada yang terbukti, kan ada CCTV, saksi segala macam. Ada yang terbukti, proses hukum lakukan, tidak boleh dengan cara kekerasan meksipun mungkin mereka saya paham, saya paham betul Barisan Merah Putih ini. Ini mereka mungkin menyuarakan ketidakpuasan mereka karena calon mereka dikalahkan di MK,” ujar Tito di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Meski memahami hal itu, Tito menyebut proses demokrasi harus dihargai. Jika kalah, ya terima dengan lapang dada. Tito menjelaskan bahwa akar masalah penyerangan kantor Kemendagri adalah masalah seputar politik.

“Tapi apa pun juga keputusan MK adalah final and binding, final dan mengikat. Jadi kalau seandainya mereka melakukan kekerasan di Jakarta, di Papua, proses hukum harus tegak, nggak boleh terjadi. Apa akar masalahnya? Akar masalahnya adalah kontestasi politik yang kurang sehat di Papua. Untuk itu, saya minta di Papua, Kapolda bekerja sama dengan stakeholder lain, minta bantu Pak Pangdam, Pak Gubernur, MRP, membantu menenangkan masyarakat Papua,” tutur Tito.

***

Karena penyerangnya bukan dari kelompok umat Islam dan tidak bawa bendera bertuliskan kalimat tauhid, maka segala kehebohan di atas tidak membesar. Seandainya yang meng-geruduk dan menyerang kantor Kemendagri itu berbaju putih, celana cingkrang, apalagi pakai gamis dan surban plus berjenggot, pasti ceritanya akan lain.

Yang pasti, para penyerang ini tidak akan dianggap intoleran, anti Pancasila, atau tuduhan-tuduhan lainnnya yang biasanya langsung disematkan jika pelakunya adalah umat Islam.