Yusril: Membela Umat Islam adalah Kewajiban Muslim

Ngelmu.id, JAKARTA – Kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa rencana pemerintah untuk membubarkan HTI merupakan sebuah penindasan yang sewenang-wenang.

Ia mengatakan, tidak akan berdiam diri melihat penindasan yang dilakukan pemerintah terhadap HTI. Dalam ajaran agama Islam, jelasnya, setiap korban penindasan harus dibela, sekalipun korban itu adalah umat agama lain.

“Bahwa membela sesama umat Islam yang tertindas merupakan sebuah kewajiban umat Islam. Dan saya pikir, tugas ini tugas mulia yang diamanahkan kepada kami. Orang yang bukan muslim pun kalau dizalimi, itu wajib kita bantu, apalagi kalau saudara kita yang sesama muslim,” kata Yusril kepada awak media dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Ihza & Ihza Lawfirm, Jakarta Selatan, Selasa (23/5) kemarin.

“Jadi posisi saya itu membela pihak yang ditindas. Siapa pun yang ditindas akan saya bela,” imbuhnya.

Dikabarkan, pihak pemerintah dalam hal ini Kemenkopolhukam akan menggandeng Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Mengenai kabar tersebut, Yusril mengungkapkan sering berhadapan dengan JPN dalam berbagai kasus yang menindas masyarakat.“Saya sudah beberapa kali berhadapan dengan JPN, seperti beberapa kasus di Bali, Papua, dan semuanya saya menangkan kasusnya,” ungkap Yusril.

Dan dalam kasus pembubaran HTI, ia menyatakan telah siap jika memang harus berhadapan kembali dengan JPN.“Kami dalam posisi yang benar. Pemerintah dalam posisi yang salah, jadi kami siap berhadap-hadapan,” tutupnya.