5 Tips Mengolah Daging Qurban Agar Tetap Sehat dan Aman Dikonsumsi

Ngelmu.id РBesok merupakan hari raya Idul Adha. Idul Adha merupakan salah satu hari raya penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari raya ini, akan dilakukan penyembelihan hewan seperti kambing dan sapi sebagai kurban. Idul Adha juga menjadi momen berkumpulnya keluarga besar.

Hari raya Idul Adha dikenal juga dengan hari raya Qurban. Hari raya Qurban merupakan hari besar Islam kedua setelah hari raya Idul Fitri bagi umat Islam. Di dunia dan di Indonesia tentunya, hari raya Qurban disemarakkan oleh berbagi daging qurban yang nyaris setiap warga muslim mendapatkannya.

Bisa dikatakan pada hari raya Qurban ini, ada acara makan daging massal seIndonesia meski tanpa ada komando. Pada hari raya ini, setiap keluarga bisa memasak daging dengan masakan apa saja.

Namun, perlu diingat juga cara mengolah daging agar tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi. Berikut adalah beberapa tips memproses atau mengolah daging Qurban agar tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh kita;

1. Tidak menggunakan kantong plastik hitam untuk membungkus daging kurban sebelum didistribusikan. Kresek hitam yang bahan pembuatannya dari daur ulang memang tidak dianjurkan bersentuhan dengan makanan karena takut terjadi perpindahan bahan plastik ke dalam daging dan membahayakan jika dikonsumsi. Gunakan kantong plastik transparan atau lebih baik lagi plastik pembungkus gula.

2. Daging kurban juga tidak boleh terkena lantai, bersentuhan dengan kaki yang kotor maupun alas kaki. Setelah dipotong-potong, daging perlu diletakkan di tempat penyimpan agar tidak berpotensi terinjak manusia.

3. Memisahkan Daging dan Jeroan. Anjuran lainnya yang perlu diperhatikan adalah memisahkan jeroan hewan dengan bagian daging karena jumlah kuman penyakit jeroan jauh lebih banyak. Di tempat pemotongan hewan juga jeroan tidak dibersihkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, sebaiknya dipisahkan dari kantong plastik berisi daging. Jeroan yang dicampur akan mengakibatkan kontaminasi pada daging, menimbulkan bau dan mengotori daging. Daging yang dicampur dengan jeroan akan lebih cepat rusak. Oleh karena itu, seharusnya dipisahkan antara daging dan jeroan mulai dari pembersihan, penyimpanan, maupun saat pengolahan.

4. Menyimpan Daging dengan Benar
. Daging yang tidak segera dimasak harus disimpan dengan cara yang benar agar tetap segar. Caranya adalah dicuci bersih dengan air yang mengalir. Diusahakan dicuci dengan air yang bersih, baik air sumur maupun air PAM. Setelah dicuci bersih, daging bisa disimpan di freezer.

5. Mengolah Secara Higienis. Dalam mengolah daging kurban, kebersihan pisau dan alat-alat lain yang digunakan harus diperhatikan. Cuci terlebih dahulu alat-alat yang digunakan hingga bersih. Pisahkan antara daging dan jeroan, cuci secara terpisah. Saat memasak, hendaknya memasak daging hingga benar-benar matang. Hal ini untuk menghindari kuman yang dapat membahayakan kesehatan. Makanan yang diolah setengah matang, ada kemungkinan masih mengandung kuman dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

Dengan memerhatikan persiapan fasilitas kegiatan kurban dan penyajian daging yang baik, masyarakat bisa menikmati daging kurban yang memenuhi aspek aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Semoga bermanfaat tips ini ya sobat muslim.

 

 

Arumadewi
Dari berbagai sumber