Ade Irma Nasution ditembak jarak dekat oleh Cakrabirawa (PKI)-Kesaksian putri Sulung A.H. Nasution

Pada tgl 6 oktober 1965 Ade Irma Suryani meninggal dunia setelah dirawat di RSPAD. Ibu Yohana Sunarti Nasution memberikan kesaksian sbb :

Tiba2 saya melihat 5 Prajurit Cakra dg menggenggam senapan ditangannya dekat meja makan. “Dimana Nasution” salah seorang menggertak.

Jengkel mendengar gertakannya sy jawab: ” Jenderal Nasution di Bandung, sdh dua hari. Kamu kemari membunuh anak saya”. Tak lama kemudian peluit berbunyi diluar dan mereka bergegas keluar.

Kepada Ade yg masih sadarkan diri saya bertanya: “Ade masih hidup”? Tanya saya. “Hidup mama” jawab Ade perlahan. “Ade hidup terus”. “Hidup terus mama “, jawab si kecil sambil darahnya terus menetes membasahi lantai.

Saya mengikuti mereka dari belakang , untuk meyakinkan mereka keluar dari rumah. Pintu depan langsung saya kunci. Dalam perjalanan ke RSPAD, saya mampir ke markas KKO utk melaporkan kejadian dan meminta bantuan utk melihat ke Tengku Umar.

Di RSPAD, ternyata Ade hrs dioperasi secepatnya, kpd dr Rubiono yg kebetulan ada disitu , saya minta utk menghubungi dan melaporkan ke Istana. Sambil menunggu persiapan operasi. Ade bertanya kpd kakaknya Yanti yg sedang menangis. ” Mengapa kakak menangis!”.

Lalu melihat kpd sy, dia bertanya pula: ” Mengapa ayah ditembak mama?”. Mendengar pertanyaan Ade yg demikian itu, Ade masih ingat akan pemberondongan thd ayahnya? Lalu saya bertanya, “Ade sakit?”, “Sakit mama, sakit perut”, Sesudah dioperasi oleh dr Eri Sudewo, Ade sadar terus dan menggerakkan bibirnya utk minum obat agar cepat baik. Hal ini mengherankan kami semua.

Sungguh Ade ini istimewa, tidak menangis, tabah dalam menderita dan dlm keadaan sakit masih memikirkan org lain yaitu ayahnya. Enam hari Ade menderita. Ade berjuang utk hidup terus dg menahan segala kesakita. Keadaannya kritis( payah).

Dokter telah berusaha semaksimal mungkin. Dengan memohon petunjuk Tuhan, melihat keadaan Ade yg begitu payah, saya hanya berbisik : ” Ade,,,,,,mama ikhlaskan Ade pergi”. Pada pukul 22.00 tgl 6 okt 1965, jiwa Ade pergi utk selama lamanya, pulang kepadaNya, menghadap Tuhan Yang Maha Adil, utk menjadi saksi pengkhianatan G30S PKI.

Pada tgl 7 okt 1965, Ade saya pangku dan gendong sendiri sampai ke liang lahat, karena itulah terakhir kali saya dapat berbuat demikian.Dengan diantar oleh ribuan pelajar dan rakyat ibukota, Ade dikebumikan dimakam blok P Kebayoran.

Sebenarnya Ade diusulkan utk dikebumikan di makam pahlawan Kalibata, tetapi kami berdua memutuskan di Blok P saja, di tengah tengah rakyat……

Sumber: Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution