Heboh Tegur Campursari, Ketegangan Ibu RW, Karangtaruna dan Seniman di Sonorejo Sukoharjo Berakhir Damai

Tak ingin masalah berlarut-larut, Lurah Sonorejo Widi Hastono, segera melakukan mediasi terhadap insiden yang terjadi pada peringatan ulang tahun Karang Taruna Merak Ati di Balai Kelurahan Sonorejo. Mediasi dilakukan di Kantor Kelurahan pada Sabtu (23/9) siang, dengan memanggil sejumlah pihak yang terlibat dan permasalahan tersebut.

Widi Hastono mempertemukan SA selaku penceramah, perwakilan seniman dan perwakilan warga serta anggota Karang Taruna Merak Ati di Balai Kelurahan Sonorejo. Jalannya forum mediasi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan juga anggota TNI. Beberapa Selanjutnya, masing-masing pihak diminta untuk memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Dijumpai usai mediasi, Widi Hastono menuturkan, proses mediasi sengaja dimajukan dari rencana sebelumnya yang sedianya akan digelar pada Senin pekan depan. Pihak SA sudah meminta maaf atas sikapnya yang ia lakukan dalam acara peringatan ulang tahun karang taruna tersebut. Selain itu, dari pihak karang taruna dan para seniman juga menerima permintaan maaf tersebut.

Sudah selesai, semuanya menyatakan kesalahannya masing masing. Dalam mediasi semua menyampaikan, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Jadi sudah tidak ada permasalahan lagi,” paparnya.

Ia menambahkan kejadian tersebut baru dialami pertama kali ini di Desa Sonorejo. Ia menegaskan tetap memperbolehkan penyelenggaraan acara musik dangdut di Desa Sonorejo. Bagi warga yang hendak menggelar kegiatan apapun hendaknya diawali dengan kegiatan sosial seperti bakti sosial, atau kegiatan bersih-bersih maupun lomba. Selanjutnya, untuk malamnya tetap dibolehkan menggelar pentas musik dangdut atau campur dari, dengan catatan memilih penyanyi yang berpakaian sopan dan tidak berdandan vulgar.

Ia mengharapkan adanya kerjasama dari para pemuda atau panitia yang menyelenggarakan kegaiatan musik dangdut untuk menandatangani surat pernyataan. Surat pernyataan itu berisi tidak ada kegiatan yang menggangu ketertiban umum.

Nanti para penyelenggara acara musik dangdut atau campursari di wilayah kami, akan saya minta menuliskan surat pernyataan, yang menyatakan bahwa tidak ada kegiatan perjudian, minuman keras, atau sampai mengganggu ketertiban umum,” tutupnya.