Ini Cara Rasulullah Hadapi Pengemis

Ngelmu.id – Pengemis atau Peminta-minta sering kali kita temui di mana-mana. Malah terkadang kita ikut memberi uang kepada pengemis karena merasa iba. Tapi tahukah jika mengemis atau meminta-minta sesungguhnya dilarang dalam Islam

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap pengemis? Untuk umat Islam pasti sebaiknya kita mencontoh apa yang Rasulullah lakukan. Karena sebaik-baiknya teladan umat Islam adalah Rasulullah. Ternyata Rasulullah punya cara menghadapi peminta-minta. 

Di zaman Rasulullah, ada seseorang yang pernah datang kepada Beliau, meminta sedekah dengan alasan dia tidak punya uang untuk memmberikan makan kelurganya.

Rasulullah SAW bertanya, ” Barang-barang apa yang kamu miliki di rumah?”

Orang itu menjawab, ” Ada tempat air untuk minum keluarga dan beberapa lembar selimut tebal untuk menahan dingin saat musim dingin.”

Kemudian Rasulullah SAW menyuruhnya mengambil barang-barang yang orang tersebut sebutkan. Orang itupun lantas membawa barang-barang telah ia sebutkan sebelumnya kepada Rasulullah. Setelah orang itu datang dan membawa barang-barangnya, lalu Rasulullah SAW melelang barang-barang tersebut kepada masyarakat. Lelang yang dilakukan Rasulullah itu menjadi lelang umum pertama dalam Islam.

Hasil dari lelang sebesar dua dirham. Satu dirham Rasulullah belanjakan  membeli bahan makanan dan satu dirham lainnya untuk membeli kapak.

Selanjutnya Rasulullah SAW membuatkan gagang kapak dari kayu dan berkata, ” Pergilah mencari kayu dan jangan menampakkan wajahmu kepadaku kecuali sesudah lima belas hari.”

Berlalu lima belas hari yang diperintahkan Rasul, lalu laki-laki itu datang menghadap Rasul dengan membawa uang sebesar lima belas dirham, sisa dari uang yang telah dibelanjakan untuk kebutuhan hidup keluarganya. Itulah uang hasil mencari dan menjual kayu selama lima belas hari, suatu hasil yang tidak sedikit, berkali lipat dari hasil penjualan barang-barang miliknya yang dilakukan Rasulullah. 

Saat menghadap Rasul dengan membawa uang hasil menjual kayu, laki-laki itu melaporkan usahanya kepada Rasulullah SAW dengan wajah cerah penuh percaya diri. Rasulullah tersenyum dan berkata kepadanya, “Ini lebih baik bagimu daripada kelak kamu datang pada hari kiamat dan bayangan minta-minta tergambar dalam wajahmu.”

Jadi seperti itulah pendidikan Rasulullah SAW dalam Islam terkait dengan pengemis. Orang yang tidak mendapat pekerjaan harus dibantu dan ditolong.

Orang-orang seperti itu jangan kita biarkan mereka larut dalam keadaan yang mencekam hidupnya, hingga memilih untuk mencari jalan termudah tanpa usaha, yakni meminta-minta. Berbeda halnya antara memberi pekerjaan dengan mendorong orang untuk mengadakan lapangan pekerjaan. Karena yang kedua ini lebih baik.

Masha Allah, begitulah Rasul mencontohkan kepada kita adab saat memperlakukan pengemis atau peminta-minta. Tolong mereka dengan mendorong mereka untuk bekerja, bukan dengan memberikan uang secara langsung tanpa ada usaha dari pengemis untuk menghentikan dirinya dari meminta-minta.

 

 

 

[Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani]