Mabes Polri

Mabes Polri Batalkan Surat Keputusan Polda Jabar Tentang Kuota Putra Daerah Akpol

Ngelmu.id – Terjadinya kekisruhan penerimaan calon taruna akademi kepolisian (Akpol) Polda Jawa Barat sampai terdengar ke telinga Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. Tito sendiri menytakan bahwa dirinya sudah menegur keras Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang telah menimbulkan kekacauan dan ketidaknyaman di masyarakat Jabar.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian

Berkaitan dengan pernyataan Irwasda Polda Jabar, Kombes Pol. Drs. Rusli  Hedyaman, selaku koordinator pengawasan dan pemimpin dalam sidang pengumuman calon taruna Akpol yang sebelumnya menjelaskan penerapan putra daerah dan non putra daerah oleh Kapolda Jabar, berdasarkan Wanjak Kapolda dengan jajaran pejabat utama, serta sudah dikonsultasikan dengan Pihak mabes polri, Tito menegaskan, Mabes Polri tidak memberikan prioritas kepada siapapun. Bagi generasi muda yang ingin masuk Akpol, kata dia, harusnya mereka yang terpilih dan mengikuti proses seleksi hingga selesai. Keistimewaan yang berkaitan dengan kuota putra daerah, hanya diberikan Polri kepada Polda Papua. Hal tersebut dikarenakan ada sebagian wilayah Papua yang baru terintegrasi ke Indonesia pada 1969 yakni di Papua bagian tengah.

Menurut Tito, tingkat pendidikan warga Papua bagian tengah ini tidak bisa dibandingkan dengan warga Papua bagian pantai. Oleh karena itu, keistimewaan tentang putra daerah diberikan di wilayah Papua bagian tengah tersebut. Karena jika tidak diberlakukan keistimewaan di Papua bagian tengah, mengakibatkan kalah bersaingnya putra daerah di wilayah tersebut dibandingkan dengan pendatang.

“Kalau mereka bersaing dengan wilayah pantai dan pemuda pendatang, kalah,” ujarnya.

Sedangkan di daerah-daerah lain, menurut Tito, tidak ada pengecualian apapun. Termasuk penerimaan taruna Akpol di Polda Jawa Barat.

Kapolda Jabar, Anton Charliyan

Menindaklanjutkan polemik tentang Keputusan Kapolda Jabar tentang kuota putra daerah, SK dengan nomor Kep/702/VI/2017, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Arief Sulistyanto mengatakan Mabes Polri telah membatalkan Surat Keputusan Kapolda Jabar tersebut dalam seleksi rekrutmen calon siswa Akademi Kepolisian di Polda Jabar.

Arief Sulistyanto mengatakan seleksi calon siswa Akpol di Mapolda Jawa Barat pun diambil alih oleh Mabes Polri. Diambil alihnya seleksi calon siswa Akpol tersebut merupakan akibat terjadinya protes dari orang tua calon siswa Akpol yang memprotes kebijakan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan yang dianggap tidak adil, intoleran. Pihak Mabes juga telah melakukan sidang untuk menetapkan calon siswa yang lulus seleksi di Polda Jabar.

Arief juga menjelaskan bahwa Prinsip proses rekrutmen Akpol adalah mencari calon berkualitas. Selainitu, proses rekrutmen tidak boleh ada yang dirugikan. Akhirnya Mabes Polri menetapkan calon taruna yang lulus terpilih dari Panitia Jabar sebanyak 27 calon taruna dan 4 calon taruni.

Berikut ini adalah nama 27 calon taruna dan 4 calon taruni yang lulus seleksi siswa Akpol di Polda Jawa Barat:

1. Lega Ikhwan Herbayu
2. Chidmad Chudhori
3. Agus Fajar Gumelar
4. Muhammad Alfin Ilham
5. Rifqy Pratama Nugraha
6. Muhammad Shidqy Fauzan
7. Rangga Nurrizaldy
8. Satrio Bagaskara Gunadi Putra
9. Raden Mas Kresnha Wibowo
10. Sindu Matra Wiratama
11. Muhamad Azwar Akbar
12. Mochamad Fikri Dafa Alfarez
13. Farhan Maulana Affianto
14. Iqbal Putra Saimuri
15. Bagas Panglima
16. Rizky Adhi Wigrhananto
17. Haris Dwi Wibowo
18. Ahmad Iqbal
19. Evander Parulian S
20. Kyflan Ahmad Syukur
21. Alif Hilmy Maulana
22. Nicho Eliezer
23. Richard Sembiring
24. Holmes Juan Daniel Batubara
25. Muhamad Faizal
26. Ali Al Asghor
27. Muhamad Yusuf Aprian

Calon taruni Akpol:
1. Helda Chintia
2. Adzholla Hadzna Sungkar
3. Mutiara Lies Ayu Pangestu
4. Rina Sartika;

 

 

Sumber : Republika