Jenderal Sudirman

Mengapa Jenderal Sudirman Ditembak Tidak Mati? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Ngelmu.id – Sebagai rakyat Indonesia, pasti kita mengenal Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman. Panglima Besar Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh pahlawan Islam yang ikut serta berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajah. Sejarah mencatat Panglima Besar Jenderal Sudirman merupakan tokoh Islam yang taat. Saat berjuang melawan penjajah, Sudirman mengalami banyak hal, seperti penyiksaan dan penembakan atas dirinya yang dilakukan Belanda.

Jendral Sudirman adalah Jendaral perang terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Hal itu yang membuat Presiden Soekarno sangat menghormatinya. Dia bahkan dijadikan tangan kanan oleh Soekarno dalam berjuang menyelamatkan negeri ini dari Belanda yang ingin kembali menjajah dibantu dengan para tentara sekutu.

Dia adalah Pemuda Cerdas yang Hidup Jauh dari Orang Tua. Sejak lahir Sudirman tidak hidup dengan kedua orang tuanya. Ia hidup dengan saudara dari ibunya yang bernama Raden Cokrosunaryo, camat pada masanya. Ia pun mendapatkan gelar raden karena dianggap sebagai anak sendiri. Sejak kecil ia dididik dengan sangat baik oleh orang tua angkatnya itu. Ia disekolahkan hingga menjadi pemuda yang sangat cerdas.

Akan tetapi, walaupun Jenderal Sudirman menerima banyak siksaan dan penembakan atas dirinya, Jenderal tidak juga mati. Mengapa Panglima Besar Jenderal Sudirman tidak mati meskipun disiksa dan ditembak Belanda? Ustadz Abdul Somad menjelaskan rahasianya.

“Jenderal Sudirman ditembak Belanda, diserang macam-macam. Ditangkap, disiksa, tidak juga mati. Sehat. Ditandu di dalam hutan. Tengok foto-foto Jenderal. Menggigil dalam hutan karena serangan demam malaria, tetap juga tidak mati,” kata Ustadz Abdul Somad.

Orang bertanya, “Jenderal punya jimat, enggak?”

Kata Jenderal Sudirman, “saya punya jimat.”

“Mana jimatnya?”

“Tiga.”

Apa itu jimatnya? Ustadz Abdul Somad menerangkan, pertama, wudhunya tidak putus. Panglima Besar Jenderal Sudirman selalu menjaga wudhu. Kedua, sholatnya tak pernah ditinggal. Ketiga, lidahnya senantiasa basah berdzikir.

“Panglima Besar Jenderal Sudirman, orangnya sangat relijius. Itu yang membuat negeri ini merdeka! Jenderal bintang lima, panglima besar, sholat tak pernah ditinggal, dzikir tidak putus, wudhunya senantiasa suci di hadapan Allah,” tegas Ustadz Abdul Somad.

NEXT